Kamis, 27
November 2014. Seharusnya aku tidak masuk hari itu, tapi demi ujian aku
memaksakan diri untuk tetap masuk
sekolah. Aku paling males kalau harus ikut ujian susulan. Pukul 12.00 aku
dipanggil ke ruang wakasek. Di sana sudah ada ayahku yang sedang berbincang
dengan waka kesiswaan di sekolahku. Aku duduk di samping ayahku. Tanpa
basa-basi beliau langsung menanyakan keyaakinanku untuk ikut ke Bali. Dan tanpa
pikir panjang aku mengangguk. Aku sudah memikirkan liburan singkat ini begitu
matang dan juga aku belum pernah ke Bali. Fellingku berkata “duh, kayaknya
suruh cari surat izin nih”. Baru aja felling berkata jadilah kenyataan.
Terjadilah kesepakatan hari ini aku harus cari surat izin, untuk hari Jumat dan
Sabtu pakai surat biasa, dan hari Senin harus masuk, kalau tidak masuk akan di
absen.
Cari surat
izin bagaikan ikutan acara sosial 500 km jalan kaki *hiperbol*. Tapi emang
super capek, gimana ga? Harus cari 4 tanda tangan dalam surat izin tersebut.
Dan gini prosedurnya :
-
Pertama, cari kertas surat
izin di ruang piket
-
Kedua, isi nama, kelas,
keterangan
-
Ketiga, cari tanda tangan
wakasek
-
Keempat, cari tanda tangan
guru bk
-
Kelima, cari tanda tangan
guru piket
-
Keenam, cari tanda tangan
guru kelas
- Ketujuh, jangan ngeluh
kalau ruang wakasek ada di ujung selatan dan ruang bk ada di ujung utara dan
ruang kelas ada di ujung timur dan ruang piket deket ruang osis (jadi kalau mau
ijin pasti diliatin anak osis)
-
Kedelapan, jangan bete
kalau diinterogasi lama di ruang bk tentang alasan kenapa ijin
-
Kesembilan, harus sabar
nyari kalau wakasek sama guru piket susah dicari
*semua yang
tertera dalam prosedur diatas adalah benar adanya* T.T
Dan waktu
untuk mencari surat izin tersebut adalah 1 jam lebih!!! Bayangin muter-muter
sekolah dalam waktu 1 jam. Capek jeng -,- Belum lagi sepeda motorku
terperangkap, ada yang parkir sembarangan di depan sepeda motorku. Setelah
dengan perjuangan super sampai titik keringat penghabisan, aku berhasil keluar tempat
parkir *yeayyy*. Sesampainya di rumah sudah jam setengah 2 dan ortuku malah
marahin aku gara-gara aku pulangnya lama. Arrrgghh -___-“ Kemudian aku langsung
lari ke kamar mandi dan merutuki diriku “ini pasti akan jadi liburan yang hancur”.
15.10. aku dan
kedua orang tuaku tiba di SLG (Simpang Lima Gumul). Sudah banyak yang datang
disana. Iya, dilmamaran ini hanya aku dan kedua orang tuaku saja berhubung
kedua kakakku sudah bekerja jadi hanya aku yang ikut. Lmamaran ini merupakan
acara kantor ayahku, jadi maklum kalau aku hanya diam saja waktu perjalanan
atau bahkan lebih sering tidur. 15.30 orang-orang mulai menaiki bus. Aku duduk
disamping mamaku. Kami terpisah dari ayah. Karena tempat duduk di bus ini sudah
diatur perncang bus dengan kursi berjajar dua. And here we go!! Aku setengah
tidak percaya, aku pergi ke Bali. Bali yang katanya keren. Yang katanya banyak
pantai yang sunsetnya keren. Yang katanya punya sermama pure. Waaa! Tapi
perjalanan masih sekitar... 12 jam lagi. Aku membayangkan betapa bosannya aku
di perjalanan. Dan tak lama kemudian mataku tertutup. Tidur. Kebiasaanku selalu
tertidur dengan sendirinya jika aku mulai bosan.
Aku
terperanjat kektika mama membangunkanku. Aku mengira sudah sampai di Bali. Aku
mengira tidurku sudah terlalu lama. Ketika aku mengecek handphoneku sudah ada
puluhan sms dan notifikasi. Tapi aku tak berminat membalasnya. Dan sekarang
sudah jam 18.00. Rombongan kami berhenti di salah satu pom bensin daerah..
emmm, aku lupa. Hehe :D
“Ma,
masih lama ya?” aku bertanya pada mama, lebih tepatnya merengek. Duh, udah SMA
kok ngerengek?
“Bentar
lagi mampir di rumah makan” mama mencoba mengalihkan pembicaraan.
Ngomong-ngomong
soal makan aku laper juga sih. Laper banget malah. Habisnya tadi siang belum
sempet makan. Dan ohh, belum sempat nge-charge HP. Perjalanan berlanjut ke
rumah makan. Aku membalas satu-persatu ke-kepo-an teman-teman kenapa tadi izin
pulang sekolah lebih dulu. Setelah semua terbalas aku mulai merasakan kantuk
dan mata ini berat kembali. Dan tidur lagi..
Sesampainya di
rumah makan, aku tidak terlalu jelas membaca apa nama rumah makan itu. Aku
masih setengah sadar ketika turun dari bus. Aku mengikuti langkah ayahku yang
ada di depanku, dengan setengah sadar tentunya. Aku mencari tempat duduk ke arah
jalan raya *spot kesukaan*. Padahal aku tahu sekarang sudah jam setengah 9
malam, jalanan mulai sepi tetapi restoran ini masih ramai. Mataku langsung
terbelalak ketika melihat sop buntut terhidang di depanku. Di restoran ini
sudah di tentukan oleh panitianya bahwa menunya sop buntut. Kali pertama aku
mencicipi sop buntut. Dan rasanya membuat mataku semakin terbelalak. Ternyata
sop buntut tuh superr duperr enak!
Setelah makan
kami melanjutkan perjalanan ke Bali. Kami sampai di pelabuhan sekitar jam 1 pagi.
Karena aku masih super duper ngantuk aku memutuskan untuk tetap di bus. Dan hal
yang tak kuduga adalah aku hampir terjebak diantara bus dan truk yang terletak
dibawah kapal. Aku panik. Tapi akhirnya aku diantar asisten supir bus menuju
deck penumpang. Syukurlah~
Naik
kapal adalah pengalaman pertamaku. Awalnya agak pusing ketika aku
berjalan-jalan diatasnya. Tapi lama-kelamaan aku jadi betah. Gimana ga? Melihat
pemandangan pulau seberang yang penuh gemerlap lampu yang cantik. Mungkin kalo
aku lagi jantuh cinta pasti suasana kayak gini yang disebut orang-orang
romantis. :D
“Pelabuhan
Gilimanuk”. Nama itu muncul setelah aku turun dari kapal dan menunggu bus keluar
dari kapal. Ingin aku melonjak. Rasanya senang sekali bisa keluar jauh dari
domisili. Dan yang lebih senang lagi aku sudah sampai di tanah Bali! *yeee* :D
Karena perbedaan waktu, di Bali sudah menunjukkan waktu subuh. Setelah
menjalankan ibadah pertama di Bali, rombongan kami melanjutkan perjalanan ke
hotel. Tetapi sebelum sampai di hotel kami mampir dulu ke rumah makan untuk
sarapan. Bali di pagi hari keliatan sejuk banget. Udah jam 7 tapi masih ada
embunnya.
Sesampainya
di hotel kami langsung diarahkan menuju ruang makan untuk makan siang. Padahal
masih jam setengah 11. Disitu aku mulai merasa bosan. “Kapan lmamarannya nih,
kok makan mulu ceritanya”. Aku sempet mikir gitu. Mungkin pembaca juga sempet
mikir gitu. Kiranya habis makan siang kami mandi trus langsung ke mana gitu.
Ternyata para pegawai ada rapat terlebih dahulu. Jadinya aku memutuskan untuk
tidur-lagi-. Dan berhubung hari ini adalah hari Jumat, para pria masih punya
kewajiban untuk melaksanakan sholat Jumat.
Sekitar jam setengah 1, mamaku membangunkanku dan menyuruhku untuk segera mandi. Tapi
ketika aku mau beranjak dari tempat tidur kaki kiriku sakit sekali digerakkan.
Aku membuka selimutku. Dan ada bekas tangan yang mencengkeram di betisku.
Kakiku keram. Sakit sekali. Aku hampir menangis. Ayahku turun tangan untuk
meluruskan kakiku. Tentunya aku dengan menahan tangis. Malu dong kalo udah SMA
tapi nangis di depang orang tua. Tapi rasanya sakit banget L
Setelah
dengan perjuangan berjalan ke kamar mandi + selesai beres-beres kami akhirnya
menuju Pantai Pandawa. Yuhuuu..
Air lautnya bening banget. Trus di pantainya banyak tercecer rumput laut gitu. Megang + liat rumput laut secara live juga termasuk pengalaman pertamaku. Ternyata rumput laut kalo dilihat kayak imitasi.
Bulan November masih memasuki musim penghujan. Jadinya kadang hujan, kadang cuma mendung doang, kadang cerah, ga pasti.
#Fail_Banget. Hahaha :D Habisnya ini motonya masih di bus dan busnya jalan. Jadinya susah imbang. Ini masih mending, yang lainnya pada blur.
Oh iya, disebut pantai Pandawa soalnya akses untuk menuju pantai pandawa sebenarnya adalah perbukitan. Kemudian bukit tersebut dibelah dan di bukit tersebut terdapat ukiran patung Pandawa.
Objek
wisata yang kedua adalah Pantai Kuta. Rencananya sih liat sunset disana. Tapi
F.A.I.L. Rombongan kami kena macet dan alhasil kami ketinggalan sunset.
Setidaknya masih ada jepretan disana.
Segitu
dulu aja buat ceita hari pertama di Bali. Thank you for reading :)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar